IHSG TERJUN BEBAS DI APRIL 2025: DUA KALI TRADING HALT, PASAR MODAL INDONESIA DIUJI KETAHANAN
Penulis: Elyada
Christi Octavia
Editor: Fafa Dwi Hari Widiyantoro
Surabaya, 11
April 2025 - Setelah libur panjang Idul Fitri, Bursa Efek Indonesia (BEI)
dibuka dengan kejutan yang tidak menyenangkan: Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) langsung anjlok 9,19% ke level 5.912,06. Penurunan tajam ini memaksa BEI untuk memberlakukan
trading halt selama 30 menit guna meredam kepanikan di pasar. Ini adalah kali
kedua dalam kurun waktu kurang dari sebulan BEI menghentikan sementara
perdagangan karena IHSG terjun bebas, setelah sebelumnya terjadi pada 18 Maret
2025.
Penyebab utama
gejolak ini adalah pengumuman kebijakan tarif impor oleh Presiden AS, Donald
Trump, yang menetapkan bea masuk sebesar 32% untuk barang-barang dari
Indonesia. Kebijakan ini memicu kekhawatiran akan perang dagang global dan
resesi ekonomi, yang berdampak langsung pada pasar keuangan Indonesia. Selain
itu, nilai tukar rupiah juga mengalami tekanan, melemah hingga Rp16.850 per
dolar AS, melewati rekor terendah sejak krisis moneter Asia.
Dalam menghadapi
situasi ini, BEI melakukan penyesuaian aturan untuk menjaga stabilitas pasar.
Batasan auto rejection bawah untuk saham diturunkan dari 20-35% menjadi 15%,
dan ambang batas untuk trading halt indeks IHSG dinaikkan dari 5% menjadi 8%.
Langkah ini bertujuan memberikan ruang bagi investor untuk mencerna informasi
dan mengurangi tekanan jual yang berlebihan. Namun, beberapa analis menilai
bahwa langkah ini hanya memberikan efek jangka pendek dan diperlukan strategi
pemerintah yang lebih komprehensif untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dampak dari
gejolak ini tidak hanya dirasakan oleh investor besar, tetapi juga oleh pelaku
pasar ritel dan sektor riil. Penurunan IHSG mencerminkan ketidakpastian ekonomi
yang dapat mempengaruhi keputusan investasi dan konsumsi masyarakat. Selain
itu, sektor-sektor yang bergantung pada ekspor, seperti manufaktur dan
pertanian, juga terancam oleh kebijakan tarif baru dari AS. Situasi ini
menuntut respons cepat dan tepat dari pemerintah untuk menjaga kepercayaan
pasar dan mencegah dampak negatif yang lebih luas.
Kejadian ini
menjadi peringatan bahwa pasar keuangan sangat sensitif terhadap dinamika
global dan kebijakan ekonomi negara mitra dagang utama. Stabilitas pasar modal
Indonesia memerlukan koordinasi yang erat antara otoritas moneter, fiskal, dan
pelaku pasar untuk menghadapi tantangan eksternal dan menjaga pertumbuhan
ekonomi yang berkelanjutan.
Ibs.id (8 April 2025) IHSG Rontok 9,19% Usai Libur Lebaran, Apa Penyebabnya?. Diakses pada: https://www.lbs.id/publication/berita/ihsg-rontok-919-usai-libur-lebaran-apa-penyebabnya
Blommberg Tehcnoz (8 April 2025) Membaca Arah IHSG di
Awal Perdagangan, Selasa 8 April 2025. Diakses pada: https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/67759/membaca-arah-ihsg-di-awal-perdagangan-selasa-8-april-2025
Indonesia.GO.ID (9 April 2025) BEI Resmi Ubah Aturan Auto Rejection dan Trading Halt untuk Stabilkan Pasar Modal. Diakses pada: https://indonesia.go.id/kategori/ekonomi-bisnis/9161/bei-resmi-ubah-aturan-auto-rejection-dan-trading-halt-untuk-stabilkan-pasar-modal?lang=1