Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diperkirakan Melambat di Kuartal II 2025
Penulis : Benedictus Aditya Hartono
Editor : Diva Novana Widia Putri
Surabaya, 15 Agustus 2025 – Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal kedua tahun ini semula diperkirakan melambat. Survei yang dilakukan Reuters terhadap sejumlah ekonom memproyeksikan pertumbuhan hanya berada di kisaran 4,80%, sedikit turun dibandingkan capaian kuartal pertama yang tercatat 4,87%.
Namun, data resmi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) justru menunjukkan hasil di atas perkiraan tersebut. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2025 tercatat 5,12% secara tahunan (year on year/YoY), lebih tinggi dibanding rata-rata proyeksi analis dan menjadi pertumbuhan tertinggi dalam dua tahun terakhir. Hal ini menandakan ketahanan ekonomi Indonesia masih cukup solid di tengah berbagai tekanan.
Meski begitu, tren perlambatan tetap terlihat dan mencerminkan tekanan nyata pada permintaan domestik, meski ekspor sempat memberi dorongan positif. Meningkatnya pengiriman komoditas, terutama mineral, memang membantu, tetapi tidak cukup kuat untuk mengimbangi lemahnya konsumsi di dalam negeri.
Di sisi lain, Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan demi menjaga stabilitas rupiah sekaligus menekan laju inflasi. Pemerintah pun tengah memacu belanja infrastruktur dan program stimulus agar roda ekonomi kembali berputar lebih cepat pada paruh kedua tahun ini.
Meski demikian, beberapa analis tetap mengingatkan bahwa target pertumbuhan tahunan sebesar 5,1% bisa meleset jika konsumsi rumah tangga tak kunjung pulih. Tantangannya adalah mengembalikan keyakinan masyarakat untuk membelanjakan uangnya, sekaligus membuka peluang kerja baru.
Perlambatan ini menjadi pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada pasar global atau ekspor, tetapi juga pada kekuatan daya beli masyarakat. Tanpa langkah cepat dan strategi yang tepat, tren ini bisa berlanjut hingga akhir tahun.