Pojok Statistik Unesa Perkuat Kompetensi Riset Mahasiswa Melalui Optimalisasi Data dengan Stata
Penulis : Prima Suci Maharani
Editor : Diva Novana Widia Putri
Surabaya, 21 Februari 2026 – Pojok Statistik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menghadirkan program kegiatan DASYAT (Edukasi Asyik dengan Statistik) sebagai pengembangan kapasitas mahasiswa dengan tema “Optimalisasi Stata untuk Pengolahan Data Ekonomi: dari Data Mentah hingga Hasil Analisis” pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Ketua Pojok Statistik Unesa, Diva Novana Widia Putri, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi langkah awal untuk membangun budaya belajar kolaboratif di mana mahasiswa saling bertumbuh, saling menguatkan, dan saling berbagi kompetensi.
Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani proses pengolahan dari data mentah hingga menjadi hasil analisis yang terstruktur, logis, dan akademis serta dapat membantu mahasiswa memahami penggunaan software dan memperkuat cara berpikir kritis, ketelitian dalam membaca data, serta kepercayaan diri dalam menyusun penelitian. “Semoga kegiatan ini bisa menjadi ruang yang konsisten untuk membentuk mahasiswa yang adaptif terhadap perkembangan data, siap menghadapi tantangan riset, dan mampu menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.,” ujarnya.
Dalam materinya, Rendra Dwi Saputra, selaku Agen Statistik Unesa memaparkan secara komprehensif tentang tahapan pengolahan data ekonomi menggunakan aplikasi Stata. Rendra menjelaskan bagaimana mahasiswa dapat memperoleh data sekunder secara kredibel melalui platform resmi seperti World Bank dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Selain itu, Ia juga memperkenalkan konsep data panel, yang merupakan gabungan data time series dan cross-section yang sering digunakan dalam penelitian ekonomi. Rendra memandu peserta mulai dari tahap input data ke dalam Excel, proses memindahkan data ke Stata, proses running hingga interpretasi output regresi. “Dengan perkembangan teknologi saat ini, sebenarnya pengolahan data dalam metode penelitian kuantitatif tidak terlalu sulit. Adanya AI bisa membantu kita untuk mencari command yang kita butuhkan,” tutupnya.
Melalui praktik tersebut, mahasiswa tidak hanya memahami teori ekonometrika, tetapi juga memperoleh pengalaman teknis dalam mengolah dan menganalisis data ekonomi. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam menyusun penelitian berbasis data yang kuat, terstruktur, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
