Potensi Ekonomi Tumbuh Positif, Prediksi 2026 Menuju Perekonomian Stabil
Penulis : Prima Suci Maharani
Editor : Diva Novana Widia Putri
Surabaya, 11 Desember 2025 – Memasuki penghujung tahun 2025, sejumlah indikator penting memperlihatkan bahwa perekonomian Indonesia mulai bergerak ke arah yang stabil. Berdasarkan hasil analisis oleh Bank Mandiri serta beberapa temuan terbaru, kondisi makroekonomi Indonesia berada di situasi yang kondusif dan berpotensi menguat di tahun 2026.
Salah satu indikator penting yang menjadi sorotan adalah PMI manufaktur Indonesia yang berada di angka 53,3 pada November 2025. Angka ini menandakan bahwa sektor manufaktur berada dalam fase ekspansi. Peningkatan output dan permintaan menunjukkan optimisme bagi pelaku industri terhadap prospek produksi ke depan.
Di sisi lain, inflasi tahunan berada di kisaran 2,7%. Ini bukan sekedar angka, melainkan dorongan dalam memperkuat persepsi positif konsumen terhadap perekonomian. Sinergi antara kinerja PMI yang tumbuh positif serta inflasi yang terjaga menjadi indikator bahwa pijakan ekonomi domestik dinilai stabil.
Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2026 mencapai 5,2%. Prediksi ini berdasarkan pada ekspetasi konsumsi rumah tangga, kredit produktif terus membaik, serta investasi dan belanja pemerintah tetap berjalan. Guncangan ketidakpastian global menjadi tantangan terhadap perekonomian Indonesia.
Kendati demikian, kinerja sektor manufaktur perlu diperhatikan dan kestabilan harga perlu dipertahankan, sementara itu kebijakan fiskal dan moneter harus tetap fleksibel dalam menghadapi guncangan eksternal. Masing-masing indikator perlu dipertahankan untuk memperkuat laju pertumbuhan ekonomi melalui pola konsumsi masyarakat, peningkatan industrialisasi, serta menikkan kepercayaan investor.