CHINA PERKUAT STIMULUS FISKAL UNTUK MENJAGA STABILITAS EKONOMI DI TENGAH KETEGANGAN GLOBAL

Penulis: Fafa Dwi Hari Widiyantoro
Surabaya, 5 Maret 2025 - Pemerintah China mengumumkan peningkatan stimulus fiskal untuk melindungi perekonomian dari perubahan global yang belum pernah terjadi sebelumnya. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat, yang telah memberlakukan tarif tambahan pada ekspor China. Perdana Menteri Li Qiang, dalam pertemuan tahunan parlemen, menekankan perlunya meningkatkan konsumsi domestik sebagai prioritas utama untuk tahun 2025, menggantikan fokus sebelumnya pada teknologi.
Pemerintah menetapkan target pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 5% untuk tahun 2025, mempertahankan sasaran yang sama seperti dua tahun sebelumnya meskipun ada perlambatan ekonomi dan ketegangan perdagangan dengan AS. Li Qiang menyoroti pentingnya stabilitas lapangan kerja, pencegahan risiko, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, beberapa analis menganggap langkah-langkah fiskal yang diumumkan kurang ambisius, mengingat tantangan ekonomi yang dihadapi.
Selain itu, seorang penasihat bank sentral China menyarankan penambahan alat kebijakan baru untuk mendorong konsumsi dan mendukung pasar properti serta pasar modal. Wei Gejun, anggota Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, mengusulkan pembentukan alat kebijakan moneter struktural yang terkait dengan pengeluaran konsumen dan perluasan fungsi makroprudensial serta stabilitas keuangan bank sentral. Langkah-langkah ini dianggap penting, terutama mengingat dampak potensial dari tarif AS yang lebih tinggi terhadap ekspor China.
Sebagai bagian dari
upaya untuk mendukung perekonomian, pemerintah China juga berencana
meningkatkan pengeluaran pemerintah dan melonggarkan kebijakan moneter.
Langkah-langkah ini mencakup pemotongan suku bunga, peningkatan pinjaman
pemerintah, stabilisasi pasar saham dan properti, serta penanganan risiko dari
"guncangan eksternal" seperti potensi konflik perdagangan baru dengan
AS. Meskipun demikian, para ahli menekankan perlunya reformasi fiskal yang
lebih mendalam untuk merangsang pengeluaran rumah tangga dan mengatasi
kesenjangan antara penawaran dan permintaan di China.
Kontan.co.id
(5-3-2025) China Tingkatkan Stimulus Fiskal untuk Melindungi Perekonomian. Diakses
pada: https://internasional.kontan.co.id/news/china-tingkatkan-stimulus-fiskal-untuk-melindungi-perekonomian
CNBC.com
(5-3-2025) Respons Perang Dagang dengan AS, China Naikkan Stimulus Fiskal.
Diakses pada: https://www.cnbcindonesia.com/news/20250305152227-4-615958/respons-perang-dagang-dengan-as-china-naikkan-stimulus-fiskal