EKONOMI KOREA SELATAN TUMBUH 2% PADA 2024 DI TENGAH KRISIS POLITIK DAN LEMAHNYA PERMINTAAN DOMESTIK

Penulis: Ayu Ratnaningsih
Editor: Fafa Dwi Hari Widiyantoro
Surabaya, 6 Maret 2025 - Ekonomi Korea Selatan mencatat pertumbuhan sebesar 2
persen pada tahun 2024, sesuai dengan estimasi yang dirilis oleh Bank of Korea
(BOK) pada Januari lalu. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 1,4
persen pada tahun sebelumnya, meskipun masih menghadapi tantangan dari
melemahnya permintaan domestik dan ketidakstabilan politik.
Pendapatan nasional bruto (GNI) per kapita mencapai
36.624 dolar AS pada 2024, meningkat 1,2 persen dari tahun sebelumnya. Dalam
mata uang lokal, GNI per kapita naik 5,7 persen menjadi 49,96 juta won,
mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah. Berdasarkan perhitungan, GNI per
kapita Korea Selatan melampaui Jepang dan Taiwan, menempatkannya di posisi
keenam di antara negara-negara dengan populasi lebih dari 50 juta, setelah
Amerika Serikat, Jerman, Inggris, Prancis, dan Italia. Ekspor menjadi pendorong
utama pertumbuhan ekonomi dengan peningkatan sebesar 7 persen dibandingkan
tahun sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 3,6 persen pada 2023.
Namun, konsumsi domestik tumbuh lebih lambat, hanya mencatat kenaikan 1,1
persen dibandingkan 1,8 persen pada tahun sebelumnya. Investasi fasilitas
meningkat 1,6 persen, sementara investasi konstruksi mengalami kontraksi
sebesar 3 persen.
Pada kuartal keempat 2024, ekonomi Korea Selatan hanya
tumbuh 0,1 persen secara kuartalan, tidak mengalami perubahan dari estimasi
sebelumnya. Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal tersebut melambat
menjadi 1,2 persen dari 1,5 persen pada kuartal sebelumnya. Ketidakpastian
politik memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi setelah
deklarasi darurat militer pada 3 Desember 2024, yang memicu pemakzulan Presiden
Yoon Suk Yeol oleh Majelis Nasional. Proses pemakzulan masih menunggu keputusan
dari Mahkamah Konstitusi. Selain itu, perlambatan ekonomi juga dipengaruhi oleh
lemahnya permintaan domestik, ketatnya persaingan global, serta kebijakan tarif
perdagangan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.
BOK menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan
untuk tahun 2025 menjadi 1,5 persen dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,9
persen. Jika pertumbuhan tetap di bawah 2 persen, maka ini akan menjadi pertama
kalinya dalam sejarah Korea Selatan pertumbuhan ekonominya lebih rendah dari
tingkat pertumbuhan potensial. Untuk mendukung pertumbuhan, BOK telah
menurunkan suku bunga acuan sebesar 0,25 poin persentase menjadi 2,75 persen
pada akhir Februari 2025. Ini merupakan pemotongan suku bunga ketiga dalam enam
bulan terakhir sebagai bagian dari upaya untuk mendorong aktivitas ekonomi.
Sejumlah faktor, seperti stimulus pemerintah, pemotongan pajak konsumsi khusus,
serta peningkatan investasi dalam infrastruktur sosial, masih menjadi variabel
yang menentukan apakah pemulihan ekonomi dapat berlanjut pada tahun mendatang.
The Korea Herald (5 Maret 2025) S. Koeran Economy Grows 2% in 2024; per capita income inches up 1.2%: BOK. Diakses pada: https://www.koreaherald.com/article/10433616